BUDAYA | SPIRITUAL | HOLISTIC | GAYA HIDUP

Rabu, 07 November 2018

ILMU KEROHANIAN JAWA TANGGUH & TAHAN UJI


TIDAK CENGENG & TIDAK MUDA MENGADU KE APARAT

Ilmu (kawruh) "Kerohanian Jawa" atau "Kapitayan Lokal" sangat loyal terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) walaupun mendapat tekanan atau intimidasi atas nama kebenaran dengan dalil-dalil kesucian, dan sebagainya, dari seseorang maupun kelompok serta  dalam bentuk apapun, para praktisi spiritual "Kapitayan Lokal" ini  tidak cengeng dan tidak muda mengadu ke aparat pemerintahan.



Praktisi atau penekun kerohanian Jawa apabila mendapat intimidasi dari seseorang dengan dalil-dalil atas nama kebenaran mereka cuma bilang "Inggih" (iya) ......

Pandi Nayuhan
Pemerhati Budaya & Spiritual
Apabila tekanan-tekanan dirasa keterlaluan terhadap penekun kerohanian Jawa mereka mempercayakan semua itu kepada Hyang Eka Jati (Tuhan) dengan keyakinan tingkat tinggi tidak lelamisan.
Gusti ora sare (Tuhan tidak tidur) jadi beda dengan penekun kerohanian lain. Mereka percaya Tuhan pengatur segalanya namun dia kurang yakin, 
saya katakan kurang yakin disini mereka juga inggin menguasai dan mengaturnya seperti Tuhan yg mengatur dalam segala hal.
Mangkana ngelmu kang nyata,
Sanyatane mung weh reseping ati,
Bunga ingaranan cubluk,
Sukeng tyas yen denina,
Nora kaya si punggung anggung gumrunggung,
Ugungan sadina dina,

Aja mangkana wong urip.
Uripe sepisan rusak,
Nora mulur nalare ting saluwir,
Kadi ta guwa kang sirung,
Sinerang ing maruta,
Gumarenggeng anggereng,
Anggung gumrunggung.
Demikianlah ilmu yg sejati, 
Sebenarnya cuma hanya menyenangkan hatim,
Suka atau seneng apabila di anggap bodoh,
Gembira apabila dihina.
Gidak seperti si dungu yg selalu sombong,
Ingin di puji setiap hari,
Janganlah demikian hidup dalam pergaulan.
Hidup hanya sekali di dunia berantakan lagi,

Tidak berkembang,
Pikirannya tercabik-cabik atau picik,
Ibarat guwa yg gelap menyeramkan,
Terlanda angin.
Suaranya berkumandang keras sekali,
Demikianlah anak muda jika picik pengetahuannya, 
Namun dengan sombongnya minta ampun.

Demikianlah contoh pitutur Luhur  (Nenek moyang yang diluhurkan) "Kerohanian Jawa".
Hayu hayu Rahayu....!!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support